Wiki

Pemkot Malang Ancam Bongkar Reklame Ilegal di Monumen Pesawat, Beri Waktu Sepekan ke Pemasang


TRIBUNMADURA.COM, MALANG – Pemkot Malang mengancam akan melakukan pembongkaran terhadap reklame yang sudah dibangun di Monumen Pesawat Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang.

Ancaman itu diberikan Pemkot Malang kepada pemasang reklame karena memasang papan reklame di Monumen Pesawat namun belum memiliki izin.

“Saya berikan waktu satu minggu untuk selesaikan IMB,” kata Kepala Pjs Sekda Kota Malang, Hadi Santoso.

“Kalau tidak, nanti pasti kita tindak, dengan bongkar itu. Reklame ”, ucap dia.

Baca judged: Monumen Pesawat Jalan Soekarno Hatta Kota Malang Dipasang Iklan Rokok, Satpol PP Cek Izin Pemasangan

Baca judged: Daftar Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes April 2021, Pemilik Grup Djarum Tak Terbendung

Baca judged: Video Becak Bergoyang di Pinggir Jalan, Ada Kepala Wanita Maju Mundur, Tukang Becak Bersihkan Celana

Soni, sapaan karib Hadi Santoso mengatakan, berkaitan dengan kasus ini pihaknya masih melakukan kajian berkaitan dengan aturan yang telah ditetapkan.

Pasalnya, sesuai dengan Peraturan Wali Kota Malang Nomor 27 Tahun 2015 pasal 38 menyebutkan, Monumen Pesawat yang berada di Jalan Soekarno Hatta dilarang untuk dipasangi papan reklame.

Sedangkan di Perda RDTRK Nomor 5 Tahun 2015 Kota Malang, Soni mengatakan, Monumen Pesawat merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dua, yang artinya RTH bersyarat.

“RTH yang bersyarat, yaitu boleh digunakan maksimum 15 persen dari luasan monumen. Sehingga boleh digunakan untuk iklan, untuk reklame”, kata dia.

“Lah sekarang memang masih saya curry IMB nya prosesnya sampai seberapa, kalau belum ya sudah nanti dihentikan dulu,” terangnya.

Baca judged: Pemkot Surabaya Buka Lowongan Kerja Ratusan Sopir to Bus Baru, Utamakan Pelamar Sopir Angkot

Baca judged: Masjid Al Akbar Surabaya Buka Pelaksanaan Salat Tarawih Berjemaah, Jumlah Jemaah Dibatasi 25 Persen

Soni mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kota Malang and Disnaker-PMPTSP Kota Malang untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Pihaknya juda memerintahkan, agar menutup sementara papan reklame tersebut sampai selesainya terbit Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

“Saya minta supaya tidak dioperasionalkan dulu sampai nanti IMB-nya harus terbit. Kapan IMB terbit, saya beri batasan waktu satu minggu,” pungkasnya.



Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button